Blog / Bali / Tips Marketing
Signage Toko di Bali: Perlu Bahasa Indonesia, Inggris, atau Keduanya?
Di Bali, satu bisnis bisa melayani pelanggan lokal, wisatawan domestik, hingga turis asing. Karena itu, saat membuat signage toko, ada satu pertanyaan yang sering muncul: sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau menggabungkan keduanya?
Jawabannya tidak selalu harus dua bahasa. Pilihan yang tepat bergantung pada target pelanggan, jenis bisnis, lokasi, dan informasi yang ingin disampaikan. Signage yang baik bukan hanya terlihat menarik dari kejauhan, tetapi juga membantu calon pelanggan memahami bisnis Anda dengan cepat.

1. Mulai dari siapa yang ingin Anda jangkau
Sebelum menentukan bahasa, pikirkan terlebih dahulu siapa yang paling sering melewati atau mengunjungi lokasi bisnis Anda.
Jika toko berada di kawasan permukiman dan sebagian besar pelanggannya adalah warga lokal, bahasa Indonesia mungkin sudah cukup. Nama usaha, jenis layanan, dan informasi utama bisa disampaikan dengan sederhana tanpa membuat papan terlihat penuh.
Sebaliknya, jika bisnis berada di kawasan wisata dan menyasar pelanggan internasional, bahasa Inggris dapat membantu menjelaskan jenis usaha atau layanan yang ditawarkan.
Untuk bisnis yang melayani kedua kelompok tersebut, kombinasi bahasa Indonesia dan Inggris bisa menjadi pilihan. Misalnya, sebuah klinik kecantikan dapat menampilkan nama brand sebagai elemen utama, lalu menggunakan keterangan singkat seperti “Perawatan Kulit” dan “Skin Treatment”.
Intinya, bahasa pada signage sebaiknya mengikuti kebutuhan pelanggan, bukan hanya tren desain yang sedang populer.
2. Apa kata penelitian tentang signage dua bahasa?
Pilihan bahasa pada signage ternyata tidak hanya berkaitan dengan kemudahan membaca. Bahasa juga dapat memengaruhi kesan seseorang terhadap bisnis.
Dalam penelitian berjudul Bilingual Signs: How Language Influences Shoppers, Susan Mantel dan James Kellaris (2023) menguji bagaimana konsumen merespons signage berbahasa Inggris, Spanyol, dan kombinasi kedua bahasa tersebut. Penelitian ini diterbitkan dalam Interdisciplinary Journal of Signage and Wayfinding.
Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa pada signage berpengaruh terhadap penilaian konsumen terhadap toko dan niat mereka untuk berinteraksi atau berbelanja. Dalam eksperimen tersebut, signage bilingual juga menghasilkan kesan yang lebih positif pada beberapa aspek, termasuk autentisitas, inklusivitas, dan daya tarik toko.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penelitian tersebut dilakukan pada konsumen di Amerika Serikat dengan konteks bahasa Inggris dan Spanyol. Hasilnya tidak otomatis membuktikan bahwa semua bisnis di Bali akan mendapatkan hasil yang sama jika menggunakan dua bahasa.
Meski begitu, penelitian ini memberi gambaran bahwa bahasa pada signage dapat menjadi bagian dari cara bisnis membentuk kesan awal. Anda bisa membaca penelitian lengkapnya melalui artikel jurnal Mantel dan Kellaris.
3. Kapan sebaiknya menggunakan satu bahasa?
Menggunakan satu bahasa dapat menjadi pilihan yang tepat jika target pelanggan relatif jelas dan informasi yang disampaikan sederhana.
Contohnya, toko kebutuhan sehari-hari di lingkungan lokal mungkin cukup menggunakan bahasa Indonesia. Sementara itu, brand yang sengaja membangun identitas internasional dapat memilih bahasa Inggris untuk beberapa elemen komunikasinya, selama tetap mempertimbangkan apakah calon pelanggan dapat memahami informasi penting.
Penggunaan satu bahasa juga memberi ruang lebih besar untuk menampilkan nama brand, logo, dan elemen visual. Ini berguna jika ukuran signage terbatas atau lokasi pemasangan mengharuskan informasi dibaca dalam waktu singkat.
Meski demikian, jangan sampai bahasa yang dipilih membuat orang salah memahami jenis bisnis Anda. Nama brand yang unik boleh saja menjadi elemen utama, tetapi keterangan singkat tentang produk atau layanan dapat membantu memperjelasnya.
Baca Juga: Neon Box untuk Toko: Cukupkah Hanya Menampilkan Nama dan Harga?

4. Kapan signage bilingual lebih cocok?
Signage dua bahasa layak dipertimbangkan jika bisnis memiliki dua kelompok pelanggan dengan kebutuhan bahasa berbeda.
Beberapa contohnya adalah restoran di kawasan wisata, hotel, klinik yang melayani wisatawan, toko suvenir, serta penyedia jasa yang menyasar pelanggan lokal dan asing.
Agar tetap nyaman dibaca, kedua bahasa tidak harus mendapat porsi yang sama besar. Anda dapat menetapkan satu bahasa sebagai informasi utama, kemudian menggunakan bahasa kedua sebagai pendukung.
Sebagai contoh, nama brand bisa tampil paling menonjol, diikuti keterangan layanan dalam bahasa Indonesia dan Inggris dengan ukuran yang masih mudah dibaca. Tidak semua informasi harus diterjemahkan. Prioritaskan nama kategori usaha, layanan utama, atau petunjuk yang memang dibutuhkan pelanggan.
Hindari juga memasukkan terlalu banyak kalimat ke dalam papan. Signage bukan brosur. Jika semua informasi dipaksakan masuk, nama bisnis justru bisa kehilangan perhatian.
5. Jangan lupakan desain dan keterbacaan
Memilih bahasa yang tepat belum cukup jika signage sulit dibaca dari posisi pelanggan melihatnya.
Perhatikan panjang teks, ukuran huruf, kontras warna, jarak pandang, dan kondisi pencahayaan. Bahasa Inggris yang singkat belum tentu lebih efektif daripada bahasa Indonesia; yang lebih penting adalah apakah pesannya jelas bagi orang yang dituju.
Jika ingin memakai dua bahasa, susun informasi berdasarkan prioritas. Nama brand biasanya menjadi elemen utama, lalu kategori bisnis atau layanan, kemudian informasi tambahan jika ruang masih memungkinkan.
Pertimbangkan juga bentuk signage yang sesuai dengan lokasi. Neon box, misalnya, dapat membantu nama bisnis tetap terlihat ketika pencahayaan sekitar mulai berkurang. Namun, efektivitasnya tetap dipengaruhi oleh ukuran, posisi pemasangan, desain, dan kondisi lingkungan.
Karena itu, saat merencanakan neon box, tentukan terlebih dahulu pesan yang benar-benar perlu ditampilkan. Setelah itu, barulah bahasa, ukuran huruf, dan komposisi desain disesuaikan.

Jadi, bahasa apa yang sebaiknya dipilih?
Untuk menentukan bahasa signage toko di Bali, mulailah dari target pelanggan dan lokasi bisnis. Gunakan satu bahasa jika itu sudah cukup jelas bagi calon pelanggan. Pertimbangkan dua bahasa jika bisnis memang melayani pasar lokal dan internasional.
Yang terpenting, jangan sampai keinginan menampilkan banyak informasi membuat signage sulit dibaca. Pesan yang singkat, hierarki informasi yang jelas, dan desain yang sesuai dengan lokasi akan membantu calon pelanggan memahami bisnis Anda dengan lebih mudah.
Jika Anda sedang merencanakan signage atau neon box untuk bisnis di Bali, ReklameKita dapat membantu mempertimbangkan desain, ukuran, dan penempatan agar sesuai dengan kebutuhan usaha. Siapkan nama brand, informasi utama, serta gambaran lokasi pemasangan sebagai langkah awal untuk mendiskusikan desain yang tepat.
Butuh dibuatkan?
Kirim foto lokasi, tim Reklame Kita balas dengan desain dan harga.
Chat WhatsApp Lihat layanan

