Ketika membuat neon box untuk toko, biasanya hal pertama yang dipikirkan adalah nama bisnis, logo, dan desain yang menarik.
Kalau ada ruang lebih, mungkin ditambahkan slogan atau informasi lain.
Tapi sebenarnya, apa yang sebaiknya ditampilkan pada sebuah signage?
Apakah cukup dengan nama dan harga? Atau informasi mengenai produk justru lebih penting?
Sebuah penelitian menggunakan teknologi eye-tracking menemukan hasil yang cukup menarik mengenai hal tersebut.

Penelitian Membandingkan Dua Jenis Signage
Penelitian berjudul Seeking Attention: An Eye Tracking Study of In-Store Merchandise Displays dilakukan oleh Patricia Huddleston, Bridget K. Behe, Stella Minahan, dan R. Thomas Fernandez.
Penelitian ini melibatkan 106 customer garden centre di Amerika Serikat dan Australia. Mereka diminta melihat berbagai display tanaman dengan dua jenis signage: signage yang memberikan informasi mengenai produk dan signage yang hanya menampilkan harga.
Perhatian responden kemudian diamati menggunakan teknologi eye-tracking.
Selain melihat ke mana mata responden bergerak dan berapa lama mereka memperhatikan signage, peneliti juga menanyakan seberapa besar kemungkinan mereka membeli produk tersebut.
Hasilnya cukup menarik.
Informasi Produk Mendapat Hasil Lebih Tinggi daripada Harga Saja
Display yang menggunakan informasi produk tanpa harga mendapatkan rata-rata skor likelihood to buy sebesar 5,8.
Sementara display yang hanya menampilkan harga mendapatkan skor 5,4.
Perbedaannya memang tidak terlalu jauh, tetapi hasil tersebut dinyatakan signifikan secara statistik (p = 0,0038).
Dengan kata lain, dalam konteks penelitian tersebut, memberikan informasi mengenai produk ternyata lebih menjanjikan dibandingkan hanya menampilkan harga.
Peneliti juga menemukan bahwa perhatian terhadap kedua jenis signage relatif serupa.
Ini memberikan satu insight penting:
Bukan hanya keberadaan signage yang perlu dipikirkan, tetapi juga informasi apa yang disampaikan di dalamnya.
Jadi, Apakah Harga Tidak Penting?
Bukan begitu.
Harga tetap merupakan informasi yang penting bagi customer. Tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa harga saja belum tentu menjadi informasi yang paling membantu dalam konteks display yang diteliti.
Peneliti bahkan menyarankan agar informasi harga menjadi pesan sekunder, sementara informasi mengenai produk dibuat lebih menonjol.
Misalnya, daripada hanya menampilkan:
TANAMAN X
Rp100.000
sebuah signage bisa memberikan informasi tambahan mengenai karakteristik atau keunggulan produk.
Customer akhirnya tidak hanya mengetahui berapa harganya, tetapi juga apa yang membuat produk tersebut menarik.
Baca Juga: Masih Banyak yang Salah! Hindari 5 Kesalahan Desain Neon Box Ini di 2026
Apa Hubungannya dengan Neon Box?
Memang perlu digarisbawahi: penelitian ini tidak menguji neon box secara langsung.
Objek penelitiannya adalah signage pada display tanaman di garden centre.
Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa:
“Neon box dengan informasi produk pasti meningkatkan penjualan.”
Namun, prinsip dari penelitian ini tetap menarik ketika kita merancang signage untuk sebuah bisnis.
Neon box tidak harus menjadi tempat untuk memasukkan semua informasi.
Justru, kita perlu menentukan fungsi setiap signage.
Misalnya pada sebuah toko:
Neon box utama
→ Nama brand dan identitas bisnis
Signage produk
→ Informasi produk atau keunggulan
Signage promosi
→ Promo atau harga
Dengan pembagian seperti ini, customer tidak harus mendapatkan semua informasi dari satu papan.

Jangan Membuat Neon Box Terlalu Penuh
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika membuat signage adalah mencoba memasukkan terlalu banyak hal sekaligus.
Nama toko, logo, nomor telepon, alamat, daftar produk, harga, slogan, promo, hingga berbagai informasi lainnya dimasukkan dalam satu desain.
Hasilnya?
Signage memang penuh informasi, tetapi belum tentu mudah dipahami.
Karena itu, sebelum membuat neon box, tentukan terlebih dahulu:
Apa yang harus diketahui customer dalam beberapa detik ketika melihatnya?
Jika tujuan utamanya adalah membuat bisnis mudah dikenali dari jalan, nama dan identitas brand mungkin lebih penting.
Jika tujuannya memberikan informasi produk, gunakan signage yang memang dirancang untuk menyampaikan informasi tersebut.
Jadi, Apa yang Sebaiknya Ditampilkan?
Penelitian ini memberikan satu pelajaran sederhana:
Jangan hanya memikirkan apa yang terlihat di signage. Pikirkan juga informasi apa yang benar-benar dibutuhkan customer.
Dalam penelitian tersebut, signage dengan informasi produk tanpa harga menghasilkan skor likelihood to buy yang lebih tinggi dibandingkan signage dengan harga saja.
Tetapi penerapannya pada setiap bisnis tentu perlu disesuaikan dengan tujuan, lokasi, dan jenis customer.
Jadi ketika membuat neon box toko, tidak selalu berarti semakin banyak tulisan semakin baik.
Yang lebih penting adalah pesan yang tepat, desain yang mudah dipahami, dan fungsi signage yang jelas.

Sedang Membutuhkan Neon Box untuk Toko?
ReklameKita membantu pembuatan neon box custom dan berbagai jenis signage untuk kebutuhan bisnis.
Mulai dari ukuran, material, desain, hingga kebutuhan pemasangan dapat disesuaikan dengan karakter dan kondisi lokasi bisnis Anda.
Konsultasikan kebutuhan neon box Anda bersama tim ReklameKita sebelum masuk ke tahap produksi.
Sumber Penelitian
Huddleston, P., Behe, B. K., Minahan, S., & Fernandez, R. T. (2015). Seeking Attention: An Eye Tracking Study of In-Store Merchandise Displays. International Journal of Retail & Distribution Management, 43(6), 561–574. DOI: 10.1108/IJRDM-06-2013-0120.
Butuh dibuatkan?
Kirim foto lokasi, tim Reklame Kita balas dengan desain dan harga.
Chat WhatsApp Lihat layanan

